Posts Tagged ‘Kehamilan’

Diabetes Mellitus pada Kehamilan

Wednesday, November 19th, 2008

DIABETES mellitus pada kehamilan dalam istilah kedokteran disebut diabetes mellitus gestasional. Diabetes mellitus ini mungkin hanya berlangsung selama kehamilan tetapi dapat juga berlanjut meski sudah tidak hamil lagi.

Menurut penelitian sekitar 40-60 persen ibu yang mengalami diabetes mellitus pada kehamilan dapat berlanjut mengidap diabetes mellitus setelah persalinan. Disarankan agar setelah persalinan pemeriksaan gula darah diulang secara berkala misalnya setiap enam bulan sekali.

Faktor risiko diabetes mellitus pada kehamilan adalah riwayat keguguran berulang, pernah melahirkan bayi yang beratnya sama dengan atau melebihi 4000 g, pernah mengalami preeklamsia (keracunan kehamilan), atau pernah melahirkan bayi mati tanpa sebab yang jelas atau bayi dengan cacat bawaan.

Selain itu yang juga merupakan faktor risiko adalah usia ibu hamil yang melebihi 30 tahun, riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, serta pernah mengalami diabetes mellitus pada kehamilan sebelumnya.

Penatalaksanaan diabetes pada kehamilan sebaiknya dilakukan secara terpadu antara dokter kebidanan, penyakit dalam, ahli gizi, dan spesialis anak. Sasaran penatalaksanaan adalah mencapai kadar gula darah yang normal yaitu gula darah puasa kurang dari 105 mg/dl dan dua jam sesudah makan kurang dari 120 mg/dl. Sasaran dapat dicapai dengan melakukan pengaturan makan.

Bila diperlukan maka diberikan insulin untuk menurunkan kadar gula darah mencapai normal. Biasanya bila kadar gula darah puasa melebihi atau sama dengan 130 mg/dl di samping perencanaan makan perlu diberikan insulin.

Bila kadar gula darah puasa di bawah 130 mg/dl, penatalaksanaan dapat dimulai dengan perencanaan makan saja. Dalam perencanaan makan dianjurkan jumlah kalori sebesar 35 kal/kg berat badan ideal, kecuali bila penderita gemuk jumlah kalori dikurangi. Pada kehamilan biasanya perlu dipertimbangkan penambahan kalori sebanyak 300 kal. Agar janin dalam kandungan dapat tumbuh secara baik dianjurkan untuk mengkonsumsi protein sebesar 1-1,5 g.

Penggunaan insulin biasanya dimulai dengan dosis kecil dan ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Biasanya Anda akan diajari menyuntik insulin sendiri agar tidak tergantung orang lain.

Untuk itu Anda perlu mempelajari prinsip-prinsip sterilitas, mengenal berbagai macam insulin, serta memahami dosis dan penyediaan insulin yang tepat.

Anda tidak perlu khawatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat membantu tercapainya kadar gula darah normal sehingga janin dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari kesulitan waktu melahirkan.

Bila gula darah tidak dikendalikan, maka terjadi keadaan gula darah ibu hamil yang tinggi (hiperglikemia) yang dapat menimbulkan risiko pada ibu dan juga janin.

Risiko pada janin dapat terjadi hambatan pertumbuhan karena timbul kelainan pada pembuluh darah ibu dan perubahan metabolik selama masa kehamilan. Sebaliknya dapat terjadi makrosomia yaitu bayi pada waktu lahir besar akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Juga pernah dilaporkan terjadinya cacat bawaan karena diabetes mellitus yang tidak diobati waktu kehamilan.

Risiko lain adalah meningkatnya kadar bilirubin bayi serta gangguan napas dan kelainan jantung. Pada ibu hamil diabetes mellitus yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko terjadinya penyulit kehamilan berupa preeklamsi, cairan ketuban yang berlebihan, dan infeksi saluran kemih.

Jadi penatalaksanaan diabetes mellitus pada kehamilan perlu dilakukan dengan baik untuk meningkatkan taraf kesehatan ibu dan bayi.

Pertumbuhan Bulu/Rambut

Wednesday, November 19th, 2008

Akibat bertambahnya produksi hormon-hormon tertentu selama masa kehamilan, timbul efek sampingan di rambut. Gejala ini akan hilang setelah persalina dan merupakan hal yang normal ditemui di wanita hamil.

Umumnya bulu di sekitar lingkar perut tampak makin tebal. Dilain pihak alis mata atau rambut di kepala bagian depan tampak menipis atau bahkan rontok.

Karena banyak yang merasa risih dengan bulu tubuh yang tampak menebal di beberapa tempat, adakalanya timbul keinginan mencukurnya. Secara umum mencukur bulu tersebut tidak dianjurkan. Karena selama masa kehamilan kulit tubuh sangat sensitif sehingga mudah terluka atau menjadi kering. Meski obat penghilang rambut yang terserap melalui kulit tidak berperngaruh terhadap janin, namun bisa menakibatkan kulit kering.

Apabila benar-benar merasa terganggu dengan bulu yang menebal, bila memakai obat penghilang rambut sebaiknya dicoba dulu sedikit dan dilihat apakah ada pengaruh negatif atau tidak. Apabila tidak ditemui efek negatif bisa dilanjutkan pemakaian ke seluruh bagian yang diinginkan. Selain itu di bagian tersebut sebaiknya diolesi juga dengan krim pelembab untuk mencegah kulit kering. Untuk pemakaian alat cukur konvensional sebaiknya berhati-hati karena pisau cukur bisa melukai kulit. Lebih dianjurkan untuk memakai alat cukur listrik.

Sumber : keluarga.Org

Tekanan terhadap Jantung dan Paru-paru

Wednesday, November 19th, 2008

Sejalan dengan pertumbuhan janin, tekanan terhadap jantung dan paru-paru semakin meningkat. Ditambah dengan pertambahan jumlah darah yang mengalir, beban kerja jantung semakin berat dan meningkatkan denyut nadi.

Sebagai misal, beban yang sangat berat akan dirasakan oleh sekujur tubuh pada saat menaiki tangga. Pada saat ini darah berusaha mengalir ke seluruh tubuh tanpa kecuali, sehingga jantung harus bekerja beberapa kali lebih berat dari biasanya. Dengan sendirinya hal ini akan meningkatkan denyut nadi.

Untuk itu disarankan untuk tidak terlalu memaksakan diri, sebaiknya segera beristirahat. Lebih baik memilih jalan memutar meski jadi lebih jauh, atau meski menaiki tangga sebaiknya diselingi dengan istirahat beberapa kali. Begitu terasa debaran jantung menguat, sebaiknya segera beristirahat dan menarik napas panjang sampai normal kembali. Tidak perlu dikhawatirkan adanya gangguan pada jantung. Karena apabila ada gangguan pada jantung, meski beristirahat dan menarik napas panjang tidak akan segera kembali normal.

Selain itu gejala yang sama bisa juga disebabkan oleh kurang darah, yaitu bentuk sel darah merah dalam darah mengecil. Untuk itu perlu melakukan pemeriksaan darah untuk bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Sumber : keluarga.Org

Bepergian selama Hamil

Wednesday, November 19th, 2008

Sama seperti olahraga, bepergian selama hamil juga bisa membantu mengatasi rasa bosan karena kecenderungan untuk selalu tinggal di rumah. Meski demikian, selama masa kehamilan perlu selalu diingat bahwa selalu ada kemungkinan ‘terjadi sesuatu’ yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Ini penting terutama bila hendak bepergian ke tempat yang jauh dan asing. Untuk itu bila memang akan pergi sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Misalnya membawa handuk, pembalut secukupnya dan buku catatan kehamilan guna menghadapi kalau mengalami pendarahan, ketuban pecah dan sebagainya. Sebaiknya sebelum memutuskan bepergian konsultasi dulu dengan dokter anak.

Tentu saja perlu dibuat jadwal perjalanan sedemikian rupa sehingga tidak terlalu melelahkan. Hindari memaksakan diri membuat jadwal yang padat sehingga kurang memiliki waktu istirahat selama perjalanan.

Berikut beberapa contoh bepergian dan hal-hal yang perlu diperhatikan :

  • Pasar & pertokoan.  Selama tidak memaksakan diri pergi sejak pagi sampai tengah hari tidak menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah sebisa mungkin hindari berdesak-desakan karena bisa terjadi tumbukan ke bagian perut. Selain itu juga selingi dengan istirahat duduk serta minum ala kadarnya terutama kalau hari sedang panas. Terlebih pada masa awal kehamilan, berada di tengah keramaian orang bisa merangsang timbulnya rasa mual.
  • Pemandian air panas.  Dianjurkan untuk berhati-hati karena kondisi kulit selama kehamilan sangat senditif dan rentan. Terutama untuk pemandian air panas alam yang umumnya bersifat asam karena mengandung belerang.
  • Resepsi & pesta. Terutama untuk acara dengan sistem pesta berdiri (standing party), sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus berdiri meski belum merasa lelah. Selingi dengan duduk dan beristirahat seperlunya. Juga sebisa mungkin hindari tempat dimana banyak orang merokok.
  • Pertunjukan & konser. Yang terpenting hindari berdesakan untuk mencegah bagian perut bertabrakan dengan orang lain. Untuk konser musik klasik mungkin tidak masalah karena relatif lebih teratur. Terutama untuk pertunjukan dimana penonton berdiri dan berdesakan sebaiknya dihindari.
  • Cafe. Bagi sebagian orang cafe memang merupakan tempat favorit untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan. Namun perlu diingat bahwa umumnya ruangan coffee tidak terlalu luas dan sirkulasi udara tidak terlalu baik. Untuk itu dianjurkan tidak terlalu berlama-lama, paling lama 1 jam. Bila memungkinkan pilih tempat yang sirkulasi udaranya bagus dan jauh dari asap rokok.
  • Disko. Selama hanya bergoyang ringan dan tidak terlalu lama tidak menjadi masalah. Sama seperti cafe, yang perlu diingat adalah untuk tidak terlalu berlama-lama karena sirkulasi udara umumnya tidak baik terlebih bila banyak perokok di dalamnya.
  • Taman bermain. Untuk sekedar melepas kejenuhan, pergi ke taman bermain ini paling dianjurkan. Selain karena lokasi umumnya berada di tengah kota, juga banyak permainan yang bisa dipilih. Pada dasarnya semua permainan yang tidak bergerak dengan hebat, seperti komidi putar dll, tidak masalah. Sebaliknya hindri permainan semacam jet coaster dan semacamnya. Meski demikian, segera hentikan bila merasa kurang nyaman atau mual.
  • Naik mobil. Tidak menjadi masalah selama dalam batas jarak serta waktu yang tidak membuat lelah. Secara garis besar, sebaiknya diselingi istirahat sesering mungkin, sekitar 1 jam sekali. Meski tidak mengemudi, karena terus berada dalam posisi yang sama sebaiknya diselingi dengan istirahat. Pada prinsipnya perhatikan betul kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri. Setelah memasuki usia kehamilan stabil (medium), perjalanan dengan mobil satu malam, asal diselingi dengan istirahat, tidak menjadi masalah. Karena selama masa kehamilan cenderung banyak buang air kecil, sebisa mungkin hindari jam dan daerah macet. Setelah memasuki usia lanjut kehamilan, hindari melakukan perjalanan panjang atau jauh.
  • Naik kapal. Untuk kapal-kapal besar biasanya dilengkapi dengan dokter kapal sehingga dalam keadaan darurat bisa dilakukan pertolongan pertama yang memadai. Meski demikian sebisa mungkin hindari naik kapal yang memerlukan waktu berhari-hari. Terlebih bila berbakat mabuk laut, perjalanan akan terasa menyengsarakan.
  • Naik pesawat. Sebelum bepergian dengan pesawat udara sebaiknya konsultasi dengan dokter anak. Terutama untuk usia kehamilan telah melewati 4 minggu sebelum jadwal melahirkan, diperlukan surat keterangan dokter yang harus ditunjukkan pada saat check-in. Bahkan untuk usiak kehamilan telah melewati 7 hari sebelum jadwal melahirkan harus didampingi oleh dokter. Untuk itu atur jadwal perjalanan dengan mempertimbangkan usia kehamilan.
  • Ke luar negeri.  Bila tidak mendesak benar sebaiknya hindari bepergian ke luar negeri. Terlebih bila tidak menguasai bahasa atau mengerti situasi di negara tersebut. Hal ini berpotensi terjadinya keterlambatan penanganan apabila terjadi hal-hal darurat. Kalaupun harus pergi, jangan lupa membawa buku catatan kehamilan anda selama ini. Ada baiknya menuliskan terjemahan bagian-bagian tertentu yang penting dalam bahasa Inggris.

Sumber : keluarga.Org

Menghitamnya Daerah Sekitar Puting Payudara atau Ketiak

Wednesday, November 19th, 2008

Gejala yang sering dijumpai di wanita hamil adalah berubahnya daerah sekitar puting payudara atau ketiak menjadi kehitaman. Ini disebabkan mulai diproduksinya berbagai hormon di dalam tubuh selama masa kehamilan. Hormon-hormon ini merangsang sel warna di permukaan kulit sehingga menambah warna dasar melanin. Tidak hanya menjadi kehitaman, ini juga menyebabkan bertambahnya keriput atau kulit bersisik.

Melanin ini meski membuat kulit menjadi kehitaman, memiliki peranan penting untuk melindungi kulit. Ini penting karena memperkuat kulit di sekitar puting payudara sehingga pada saat mulai menyusui akan mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya luka akibat gigitan bayi. Karena itu perlu dipahami bahwa proses ini BUKAN merupakan proses hilangnya sebagian kecantikan sebagai wanita, namun lebih merupakan proses perkembangan tubuh menjadi seorang ibu.

Sumber : keluarga.Org

Bekerja pada Masa Kehamilan: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Wednesday, November 19th, 2008

Segera setelah kehamilan diketahui, berikut hal-hal yang perlu dilakukan bila anda ingin tetap bekerja selama masa kehamilan. Meski anda belum bisa memutuskan dan masih ragu-ragu, setelah melakukan hal-hal dibawah ini mungkin akan bisa membantu mengambil keputusan yang tepat.

  • Pelajari kembali peraturan-peraturan di perusahaan tempat anda bekerja dengan teliti. Terutama perhatikan apa hak dan kewajiban anda bila hamil. Berapa lama dan saat cuti hamil yang bisa diambil, status cuti hamil anda (cuti dengan tanggungan, diluar tanggungan, dll).
  • Laporkan kehamilan kepada atasan langsung anda. Sebab mungkin di bagian tempat anda bekerja ada aturan tambahan lain berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan misalnya. Juga ada kemungkinan bagaimanapun juga jenis pekerjaan anda tidak memungkinkan dilakukan oleh orang dalam kondisi hamil. Ini perlu untuk memberi kesempatan kepada atasan anda untuk memikirkan langkah-langkah yang bisa diambil lebih dini. Adakalanya akibat terlambat melaporkan, malah menimbulkan masalah di kantor sehingga mau tidak mau anda harus mengundurkan diri.
  • Atur jadwal sehingga kontrol rutin tidak terlalu mengganggu kewajiban anda di kantor.
  • Terutama pada usia awal kehamilan dimana masih mengalami mual-mual dan perasaan tidak nyaman lainnya, temukan sesuatu yang bisa mengatasinya. Misalnya anda merasa lebih enak kalau ada bau lemon, maka siapkan selalu lemon di dekat anda. Atau mungkin dengan mengunyah permen pedas dan sebagainya.
  • Pastikan jadwal cuti yang akan diambil. Umumnya cuti diambil selama 3 bulan dimulai dari 2-3 minggu sebelum tanggal persalinan yang diperkirakan. Ini karena lebih penting memiliki masa istirahat yang cukup setelah persalinan untuk mengembalikan kondisi badan serta memberi waktu untuk menyusui selama mungkin.
  • Bila berencana akan kembali bekerja setelah kehamilan, mulailah untuk mencari informasi tempat penitipan anak atau penjaga bayi (baby sitter) yang bisa diandalkan. Untuk penjaga bayi, bila memungkinkan sebaiknya mulai sejak kehamilan dan jangan mendadak setelah melahirkan. Ini akan membantu anda memiliki waktu untuk mendidik penjaga bayi serta mengamati apakah sesuai dengan kriteria and atau tidak.

Sumber : keluarga.Org