Home / Keluarga / Rumah Sebagai Sebuah Tempat Belajar

Rumah Sebagai Sebuah Tempat Belajar

Pendidikan usia dini, seperti playgroup dengan biaya yang sangat tinggi seolah-olah telah terjadi tren yang umum bagi para orang tua kelas kalangan menengah keatas sebagai tempat untuk “menjaga” dan “mengawasi” anak-anak mereka dengan memanfaatkan setiap momen yang dilalui oleh anak-anak agar menjadi pengalaman belajar. Meskipun kenyataannya sebagian orang tua melakukan hal tersebut karena kurangnya waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak di tengah kesibukan mereka dalam bekerja – dan menyerahkan pengawasan anak kepada pihak lain, namun sebagian orang tua juga menyadari bahwa pendidikan usia dini memang mempunyai peranan penting dalam perkembangan anak.

Sudah menjadi hal yang umum bahwa dalam pikiran hampir setiap orang tua, ada ketakutan dan kekuatiran untuk menghadapi kenyataan bahwa sang anak “tertinggal” dalam hal pengetahuan dan keterampilan. Maka untuk bersaing, orang tua mberusaha keras untuk menemukan tempat yang tepat untuk perkembangan anak mereka. “Apa yang ditawarkan program ini? Siapa yang mengajar kelas ini? Berapa lama dan berapa kali sesi anak saya dapat hadir? Namun, ditengah kesibukan dalam pencarian pendidikan prasekolah yang tepat bagi anak mereka, orang tua sering lupa bahwa mereka tidak perlu melihat jauh, sebab tempat terbaik untuk mulai belajar sebenarnya lebih sederhana daripada yang mereka pikirkan – Rumah!

Rumah Sebagai Sebuah Tempat BelajarPotensi Rumah
Ide mengenai rumah merupakan hal yang sederhana dan sering disalahartikan sebagai hanya tempat untuk tempat tinggal (dan mungkin untuk sedikit bersantai dan rekreasi) dan masalah pengembangan keterampilan aau pendidikan adalah tanggung jawab yang harus ditangani oleh sekolah. Namun, perdebatan konservatif yang tak pernah berujung dalam menentukan siapa yang memiliki prioritas paling atas dalam pembelajaran anak dan pengembangan hampir tidak diperlukan. Bahkan, perspektif baru adalah menerima bahwa kedua saling melengkapi dan membantu anak dalam memaksimalkan potensinya. Orang tua dan ahli anak saat ini memberikan gambaran kepada kita bahwa ada kebutuhan bagi setiap orang untuk menjauhi kepercayaan yang sudah usang. Keduanya (rumah dan sekolah) memiliki peran yang sama pentingnya, tapi apa yang membuat rumah begitu special dan lebih cocok untuk pembelajaran usia dini adalah adanya keluarga.

Dalam bukunya The Family Filipina, Belen Madinah (2001) menguraikan bahwa keluarga adalah lembaga dasar masyarakat yang merupakan kelompok sosial pertama dimana seorang individu berinteraksi, serta merupakan kelompok sosial dimana sesorang menghabiskan paling banyak waktu bersama di masa hidupnya. Karena kontak yang mendalam dan berkelanjutan antara para anggotanya, keluarga berbagi pengalaman yang menghasilkan kesan abadi pada individu di dalamnya. Untuk anak kecil, maka rumah (melalui pengalaman dan interaksi) akan menjadi penggerak utama dalam tahun-tahun perkembangannya.

Hampir semua konsultan pendidikan sangat menekankan pentingnya rumah dan interaksi yang terjadi di dalamnya untuk anak. Mereka setuju bahwa lingkungan belajar pertama seorang anak di rumahnya. Bisa jadi rumah di beberapa keluarga mungkin tempat yang kumuh, atau hanyalah tempat kos, rumah susun, apartemen atau kondominium tetapi tempat dimana anak memiliki interaksi dengan orang tuanya merupakan hal yang sangat penting. Rumah, yang merupakan salah satu lingkungan yang dinamis disekitar anak, akan menjadi tempat perkembangan yang baik bagi pertumbuhan fisik, sosial, emosional dan kognitif. Melalui interaksi anak dengan orang-orang dan keterlibatanya dalam aktivitas yang dia lakukan, kekuatan dan kemampuan anak akan berkembang. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah adalah tempat yang penting untuk belajar baik untuk kebutuhan akademik dan sosial. Tapi lingkungan rumah dapat menyediakan banyak hal yang baik jika sebuah keluarga mempunyai komitmen untuk mendidik dan merawat anak mereka di rumah.

Kata kunci pencarian:

    keluarga sebagai tempat belajar

About Admin

Check Also

Stres dan Penanggulangannya

Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan …

Tips Membuat Rumah Anda Kondusif untuk Belajar

Belajar pasti tidak terbatas di dalam segi empat dinding sekolah atau pusat pendidikan. Rumah adalah …

2 comments

  1. Di paroki, pendidikan iman Katolik pada anak- anak juga mempunyai permasalahannya sendiri. Tantangan yang dihadapi oleh para orang tua dan guru di sekolah, sebenarnya juga dihadapi oleh para pengajar/ katekis di paroki. Bagaimana memperkenalkan Kristus dan misteri Paska-Nya kepada anak- anak se-efektif mungkin, menjadi PR (Pekerjaan rumah) para guru Bina Iman/ katekis dan juga para imam di paroki. Bina Iman bukan sekedar tempat berkumpulnya anak- anak untuk bermain dan mewarnai, melainkan sarana untuk menyampaikan pengajaran iman yang dapat masuk di dalam pikiran dan hati anak- anak, sehingga mereka dapat bersuka cita dan mensyukuri karunia iman yang Tuhan sudah berikan kepada mereka.

  2. Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *