Bekerja pada Masa Kehamilan: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
Oleh Admin pada 19 Nov, 2008 Komentar 2
Segera setelah kehamilan diketahui, berikut hal-hal yang perlu dilakukan bila anda ingin tetap bekerja selama masa kehamilan. Meski anda belum bisa memutuskan dan masih ragu-ragu, setelah melakukan hal-hal dibawah ini mungkin akan bisa membantu mengambil keputusan yang tepat.
- Pelajari kembali peraturan-peraturan di perusahaan tempat anda bekerja dengan teliti. Terutama perhatikan apa hak dan kewajiban anda bila hamil. Berapa lama dan saat cuti hamil yang bisa diambil, status cuti hamil anda (cuti dengan tanggungan, diluar tanggungan, dll).
- Laporkan kehamilan kepada atasan langsung anda. Sebab mungkin di bagian tempat anda bekerja ada aturan tambahan lain berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan misalnya. Juga ada kemungkinan bagaimanapun juga jenis pekerjaan anda tidak memungkinkan dilakukan oleh orang dalam kondisi hamil. Ini perlu untuk memberi kesempatan kepada atasan anda untuk memikirkan langkah-langkah yang bisa diambil lebih dini. Adakalanya akibat terlambat melaporkan, malah menimbulkan masalah di kantor sehingga mau tidak mau anda harus mengundurkan diri.
- Atur jadwal sehingga kontrol rutin tidak terlalu mengganggu kewajiban anda di kantor.
- Terutama pada usia awal kehamilan dimana masih mengalami mual-mual dan perasaan tidak nyaman lainnya, temukan sesuatu yang bisa mengatasinya. Misalnya anda merasa lebih enak kalau ada bau lemon, maka siapkan selalu lemon di dekat anda. Atau mungkin dengan mengunyah permen pedas dan sebagainya.
- Pastikan jadwal cuti yang akan diambil. Umumnya cuti diambil selama 3 bulan dimulai dari 2-3 minggu sebelum tanggal persalinan yang diperkirakan. Ini karena lebih penting memiliki masa istirahat yang cukup setelah persalinan untuk mengembalikan kondisi badan serta memberi waktu untuk menyusui selama mungkin.
- Bila berencana akan kembali bekerja setelah kehamilan, mulailah untuk mencari informasi tempat penitipan anak atau penjaga bayi (baby sitter) yang bisa diandalkan. Untuk penjaga bayi, bila memungkinkan sebaiknya mulai sejak kehamilan dan jangan mendadak setelah melahirkan. Ini akan membantu anda memiliki waktu untuk mendidik penjaga bayi serta mengamati apakah sesuai dengan kriteria and atau tidak.
Sumber : keluarga.Org
Popularity: 29%
Kata kunci pencarian:
- masa kehamilan, pekerjaan pada ibu hamil, pekerjaan ibu hamil, pengaruh pekerjaan terhadap kehamilan, ibu hamil yang bekerja, pendidikan kesehatan pada masa kehamilan, hal yang harus diperhatikan ibu hamil, ibu hamil bekerja, pekerjaan terhadap kehamilan, pekerjaan pada kehamilan, DIET IBU HAMIL DG ANEMIA, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sistem informasi, hal-hal yang perlu diperhatikan saat hamil, risiko ibu hamil bekerja, tidak adanya hubungan pekerjaan ibu dengan kehamilan resiko tinggi, hal hal yang harus dilakukan saat hamil, pekerjaan terhadap ibu hamil, pengaruh pekerjaan terhadap kesehatan, hal-hal tentang ibu hamil, hal yang harus diperhatikan setelah terjadinya hamil diluar kandungan, hal-hal yang perlu diperhatikan ibu hamil, masa kehamilan 2, hubungan pekerjaan dengan kehamilan, IBU BEKERJA DALAM KEHAMILAN, pengaruh mual terhadap kehamilan, Pengaruh pekerjaan bagi kehamilan, kesehatan wanita bekerja dengan anak bayinya, PEKERJAAN DAN ANEMIA PADA ibu hamil mengapa ?, pengaruh pekerjaan ibu, kerja keras saat kehamilan
Artikel terkait
Komentar (2)
Tinggalkan Komentar | Trackback URL




[...] masalah utama yang terjadi pada wanita hamil yang bekerja adalah akibat perasaan ingin bekerja keras sebagai pelampiasan tidak ingin dilihat manja karena [...]
[...] kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. “Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga [...]