Home / Fashion / Batik Khas Kudus Akan Dipatenkan

Batik Khas Kudus Akan Dipatenkan

batik indonesiaKudus (ANTARA News) – Sebanyak 15 motif batik khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diusulkan mendapatkan hak paten.”Kami sudah mengusulkan 15 motif batik kepada pemerintah pusat melalui Depkumham untuk mendapatkan hak paten, sejak Januari 2010,” kata pemilik Galeri Muria Batik Kudus, Yuli Astuti, Rabu.

Untuk mendapatkan hak paten tersebut, dia mengaku, harus menunggu selama dua tahun labih, untuk mengikuti sejumlah tahapan, seperti pendaftaran hingga proses memberi kesempatan kepada sejumlah pihak untuk melakukan komplain atas karya tersebut.

“Jika selama batas waktu yang ditentukan, ternyata tidak ada komplain atas hasil karya tersebut, maka hak paten bisa diperoleh,” ujarnya.

Adapun lima belas motif batik yang diusulkan, di antaranya kapal kandas, busana kelir hasil reproduksi, pakis haji muria, pari joto, ornamen kaligrafi, merak kateliu, merak pelataran, dan biji mentimun.

Selain itu, ada pula motif batik buket beras kecer, dlorong buketan, sekar jagad, ayam malah, lunglungan, serta “air plan” dan jangkar hasil reproduksi.

Untuk motif batik hasil reproduksi, dimungkinkan sulit mendapatkan hak paten. “Tetapi, kami berharap kelima belas motif tersebut bisa mendapatkan hak paten, karena hampir semua motif batik khas Kudus dimungkinkan belum ada yang pernah dipatenkan,” ujarnya.

“Mungkin saja, hal ini merupakan yang pertama di Kudus,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian dari motif batik yang diusulkan mendapatkan hak paten tersebut, merupakan hasil karya sendiri. “Sedangkan motif batik yang lain merupakan batik khas Kudus yang didesain sendiri, sehingga tidak ada kesamaan dengan hasil karya pembatik sebelumnya,” ujarnya.

Proses pematenan batik khas Kudus tersebut, pihaknya mendapatkan bantuan dari sejumlah kolektor dan kurator batik untuk mengetahui orisinilitas hasil karya tersebut.

“Hal tersebut, untuk memperlancar proses pengusulan untuk mendapatkan hak paten,” ujarnya.

Menanggapi usulan mendapatkan hak paten belasan motif batik khas Kudus tersebut, Bupati Kudus Musthofa Wardoyo menyatakan, dukungannya atas usaha dan kerja keras dari salah seorang warga Kudus yang ingin mengembangkan batik khas Kudus agar tidak punah.

“Pemkab Kudus sangat mendukung upaya tersebut dan memberikan apresiasi karena menjadi pelopor mengembalikan kejayaan batik khas Kudus,” ujarnya.

Ia berharap, motif batik khas Kudus yang ada dikembangkan lagi agar lebih kompetitif. “Yang jelas, motif batik Kudus harus bisa mengikuti trend yang sedang berkembang tanpa harus meninggalkan nilai khasnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus Abdul Hamid menambahkan, usulan 15 motif batik khas Kudus untuk mendapatkan hak paten perlu didukung sejumlah pihak, sehingga tidak ada pihak lain yang berupaya meniru motif khas Kudus tersebut.

“Apalagi, sejumlah daerah mulai mengembangkan batik khas masing-masing, setelah Unesco mengukuhkan batik sebagai warisan asli milik Indonesia,” ujarnya.

Tetapi, kata dia, usulan hak paten terhadap motif batik khas Kudus tersebut harus benar-benar karya asli bukan hasil plagiat.

Menurut dia, Pemkab Kudus sudah berupaya keras membantu mengembalikan kejayaan batik Kudus dengan cara menggandeng sejumlah perajin batik Kudus setiap ada pameran di tingkat lokal, regional, dan nasional.

“Setiap ada kegiatan pariwisata dan lomba, batik khas Kudus juga selalu ditampilkan agar dikenal masyarakat dari berbagai kalangan dan usia,” ujarnya.

Untuk memasyarakatkan batik di Kudus, kata dia, harus dimulai dari pengenalan batik di setiap kegiatan. “Jika pakain batik tertanam pada benak masyarakat, tentu akan berdampak pada peningkatan permintaan terhadap batik khas Kudus,” ujarnya.
(PK-AN/A038)

Sumber: www.antara.co.id

Kata kunci pencarian:

    BATIK, gambar batik, motif batik, BATIK JAWA TENGAH, Batik Kudus, jenis-jenis batik, batik jawa, gambar motif batik, BATIK khas jawa tengah, batik indonesia

About Admin

4 comments

  1. Mas, isi contentnya ngawur. Dalam kategori HAKI, motif batik termasuk hak cipta, bukan paten. Euforia ‘batik daerah’ yang terjadi pada berbagai daerah memang merupakan ironi bagi Indonesia. UU yang mengatur dan mendefenisikan hak cipta maupun paten itu berbeda, mas. Pakai istilah paten biar keren barangkali?

  2. @Sdr. Jono

    Saya setuju dengan pendapat anda mas Jono, motif batik sebagai karya budaya, masuk ke ranah HAK CIPTA bukan HAK PATEN. Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan” dan hanya merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya seperti Hak Paten (wikipedia) seperti yang anda katakan. Berkaitan dengan hal tersebut yang mungkin bisa dipatenkan adalah teknologi atau inovasi dalam proses pembuatan/produksi batik, bukan pada batiknya.

    Memang masih banyak kerancuan dalam pemberitaan media kita mengenai HAK CIPTA dan HAK PATEN. Seharusnya ini tugas dari pemerintah melalui Dirjen HAKI untuk lebih mensosialisikan hal ini sehingga pemberitaan yang diterima oleh masyarakat tidak semakin rancu. Disini kami hanya berusaha mengutip dari sumber pemberitaan langsung (ANTARA), tanpa mengubah isi kutipan tersebut.

    Namun demikian kami sangat berterimakasih atas masukan dan koreksi dari mas Jono. Seperti yang anda katakan memang UU yang mengatur dan mendefenisikan hak cipta maupun paten itu memang berbeda. Mengenai pemakaian istilah paten biar keren? nah ini yang kita tidak bisa memberikan jawabannya, karena kami sendiri sudah mencoba untuk mengkonfirmasi isi pemberitaan tersebut namun kami belum mendapatkan tanggapan.

    Salam

    Admin

  3. Menurut pemahaman saya Paten itu berbeda dengan Hak cipta. ini bisa dilihat dari UU Paten dan UU Hak cipta. jadi saya harapkan kepada rekan-rekan media untuk meluruskan informasi ini agar tidak terjadi misinterprestasi dari masyarakat. terima kasih

  4. @Sdr. Jaka Buana

    Benar sekali mas Jaka, kami setuju dengan pendapat anda.

    Salam

    Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *